PASAMAN — Ketua Umum Kontras RI, Mahyudin Batubara (M. Batubara), menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama jajaran Kepolisian dalam memperkuat program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Aia Manggis Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Pernyataan tersebut disampaikan M. Batubara pada Senin (28/9/2026) di kantor Bareskrim Media Group, Pasaman, media yang dikelolanya.
Menurut M. Batubara, kegiatan Asistensi Kampung Bebas Narkoba yang melibatkan pemerintah daerah dan kepolisian merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Apresiasi untuk Bupati Pasaman dan Kepolisian
M. Batubara memberikan apresiasi kepada Bupati Pasaman Welly Suhery beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman yang memberikan perhatian terhadap persoalan narkoba di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati Pasaman bersama jajaran kepolisian yang telah memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan narkoba. Program Kampung Bebas Narkoba ini merupakan langkah positif yang patut kita dukung bersama,” ujar M. Batubara.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat dan Polres Pasaman yang menurutnya terus mendorong edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan narkoba.
Polisi Tidak Bisa Bekerja Sendiri
Menurut M. Batubara, persoalan narkoba merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Begitu juga pemerintah daerah. Pencegahan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, kami mengapresiasi kepolisian yang terus hadir memberikan edukasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat,” katanya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat dan masyarakat umum harus terus diperkuat.
Nagari Menjadi Benteng Pertama
M. Batubara berpandangan bahwa nagari memiliki posisi strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba karena berada langsung di tengah kehidupan masyarakat.
“Menurut kami, nagari merupakan salah satu benteng terdepan dalam menjaga masyarakat dari ancaman narkoba. Karena itu, keterlibatan pemerintah nagari, tokoh masyarakat, pemuda, keluarga, dunia pendidikan dan kepolisian sangat diperlukan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat Kampung Bebas Narkoba dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Dorong Program Diperluas ke Nagari Lain
M. Batubara juga mendorong agar program tersebut tidak hanya berhenti di Nagari Aia Manggis Selatan, tetapi dapat dikembangkan ke nagari-nagari lainnya di Kabupaten Pasaman.
“Kalau program ini berhasil, mudah-mudahan bisa menjadi contoh dan dikembangkan ke nagari lainnya. Kita ingin seluruh nagari di Pasaman memiliki semangat yang sama dalam melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Menurutnya, semakin luas lingkungan masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap bahaya narkoba, semakin kuat pula upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Generasi Muda Harus Diberikan Ruang Positif
Selain edukasi, M. Batubara mendorong pemerintah dan masyarakat agar memperbanyak kegiatan positif bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan olahraga, seni, kewirausahaan, kreativitas digital, kegiatan sosial serta aktivitas kepemudaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat.
“Anak-anak muda harus kita arahkan kepada kegiatan yang positif dan produktif. Mereka adalah generasi penerus. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena narkoba,” ujarnya.
Ia berharap program pencegahan narkoba dapat berjalan beriringan dengan program pemberdayaan generasi muda.
Edukasi Harus Dilakukan Berkelanjutan
M. Batubara juga menilai edukasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, penyuluhan tidak hanya diperlukan bagi pelajar, tetapi juga orang tua, tokoh masyarakat, pemuda dan kelompok masyarakat lainnya.
“Edukasi harus terus dilakukan. Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan pemahaman ketika sudah terjadi persoalan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” katanya.
Masyarakat Harus Menjadi Mitra Polisi
Lebih lanjut, M. Batubara mengajak masyarakat untuk menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dari narkoba.
Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika agar menyampaikannya kepada pihak berwenang melalui mekanisme yang tepat.
“Masyarakat adalah bagian penting dari keberhasilan program ini. Mari kita dukung kepolisian dan pemerintah dalam menjaga lingkungan masing-masing agar benar-benar menjadi lingkungan yang aman dari narkoba,” ujarnya.
Kontras RI Dukung Langkah Pemkab dan Polisi
M. Batubara menegaskan bahwa Kontras RI mendukung berbagai langkah positif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasaman dan jajaran Kepolisian dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika.
“Kami mendukung penuh program Kampung Bebas Narkoba. Kepada Bupati Pasaman dan jajaran kepolisian, kami sampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah nyata yang telah dilakukan. Mudah-mudahan program ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lainnya,” katanya.
Ia berharap sinergi yang telah dibangun antara pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat dapat terus dipertahankan.
Perang Melawan Narkoba Adalah Tanggung Jawab Bersama
Menurut M. Batubara, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, pemuda dan berbagai elemen sosial memiliki peran masing-masing.
“Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah membuat kebijakan, polisi melakukan penegakan hukum dan edukasi, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungan. Kalau semuanya bersinergi, upaya melindungi generasi muda akan semakin kuat,” tuturnya.
Harapan Kampung Bebas Narkoba Terus Berkembang
M. Batubara berharap program Kampung Bebas Narkoba di Pasaman dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga berharap keberadaan program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat.
“Harapan kami sederhana, program ini terus berjalan, semakin kuat dan semakin luas. Kita ingin Pasaman memiliki lingkungan masyarakat yang sehat, aman dan mampu melindungi generasi mudanya dari bahaya narkoba,” pungkas M. Batubara.
Sebelumnya, kegiatan Asistensi Kampung Bebas Narkoba dilaksanakan di Nagari Aia Manggis Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat Kombespol Wedy Mahadi, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte, Sekretaris Daerah Yudesri, jajaran OPD, Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra beserta jajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah, kepolisian dan masyarakat dalam melakukan pencegahan serta edukasi mengenai bahaya narkoba.
