Terbaru

Antisipasi Radikalisme, Kesbangpol Rohul Tingkatkan Koordinasi dengan Polda Riau

154
×

Antisipasi Radikalisme, Kesbangpol Rohul Tingkatkan Koordinasi dengan Polda Riau

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu, 13 Maret 2026 – Radikalisme dan terorisme dinilai sebagai ancaman serius bagi negara yang harus terus diwaspadai dan diberantas. Untuk mencegah penyebaran paham tersebut di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rohul terus memperkuat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Riau.

Kepala Bidang Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Rokan Hulu, Kasmawati, menegaskan bahwa radikalisme harus ditangkal karena membawa ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.

“Radikalisme adalah gagasan, paham, atau ideologi yang ingin mengubah secara fundamental tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan cara yang tidak sejalan dengan Pancasila dan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini harus kita hadapi bersama, termasuk dengan mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam pencegahannya,” ujar Kasmawati saat kegiatan koordinasi dengan Polda Riau di kantor Kesbangpol Rohul.

Ia menjelaskan bahwa perubahan pola terorisme dari cara tradisional menuju metode yang lebih modern menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah. Pemerintah daerah juga dituntut lebih responsif dalam menanggapi berbagai keresahan yang muncul di tengah masyarakat.

“Optimalisasi peran Pemda sangat penting. Apalagi jika kita lihat pola rekrutmen dan aksi yang kini banyak dilakukan secara mandiri. Ini membutuhkan kewaspadaan tinggi dan kerja bersama dalam pemetaan jaringan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi aksi teror,” jelasnya.

Selain itu, Kesbangpol juga menekankan pentingnya kerja sama dengan tokoh masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menangkal penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan keagamaan, serta majelis agama sangat dibutuhkan untuk menangkal pengaruh kelompok radikal sekaligus mendukung upaya deradikalisasi di Kabupaten Rokan Hulu,” tegasnya.

Upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Rohul.