Terbaru

Bangun Karakter Kebangsaan, Dodi Hendra SH Ikuti Pendidikan Strategis di Lemhannas RI

114
×

Bangun Karakter Kebangsaan, Dodi Hendra SH Ikuti Pendidikan Strategis di Lemhannas RI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-72 pada 6–12 Juli 2026 di Aula Kantor Lemhannas RI, Jakarta. Program tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri.

Mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2026”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Lemhannas RI dalam memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global.

Seleksi peserta berlangsung sangat ketat. Dari sekitar 7.000 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 100 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti program tersebut. Salah satu peserta yang berhasil melewati proses seleksi adalah Dodi Hendra, SH.

Keikutsertaan Dodi Hendra dalam PPNK Angkatan ke-72 menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas, integritas, dan komitmennya terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga wadah membangun jejaring nasional antarpemimpin dari berbagai sektor strategis.

Selama mengikuti pendidikan, para peserta memperoleh penguatan terhadap empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kajian strategis, geopolitik, ketahanan nasional, kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga penguatan karakter dan integritas.

Lemhannas RI selama ini dikenal sebagai lembaga yang berperan menyiapkan kader-kader pemimpin nasional yang memiliki cara berpikir strategis, komprehensif, dan berwawasan kenegarawanan. Melalui berbagai metode pembelajaran seperti seminar, diskusi kelompok, studi strategis, dan analisis kebijakan, peserta didorong untuk mampu merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa secara menyeluruh.

Bagi Dodi Hendra, kesempatan mengikuti pendidikan di Lemhannas RI merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya bersyukur dapat menjadi salah satu dari seratus peserta yang lolos dari sekitar tujuh ribu pendaftar dari seluruh Indonesia. Ini merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus mengabdi kepada bangsa melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap bidang pengabdian yang saya jalani,” ujar Dodi Hendra di Jakarta.

Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat.

“Persaingan global, perkembangan teknologi, hingga dinamika geopolitik dunia menuntut hadirnya pemimpin yang mampu berpikir strategis tanpa kehilangan jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan tindakan.”

Dodi menilai Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan menjadi instrumen penting dalam memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kebangsaan bukan sekadar konsep yang dipahami secara teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita harus memperkuat semangat persatuan, toleransi, gotong royong, serta menjadikan kepentingan bangsa berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.”

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di Lemhannas RI dapat diimplementasikan di tengah masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang maju. Namun, keberhasilan itu hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa memiliki integritas, semangat kebersamaan, serta kesadaran bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap sepulang dari Lemhannas, saya dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memperkuat karakter kebangsaan dan membangun masyarakat yang semakin cinta tanah air.”

Keikutsertaan Dodi Hendra dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-72 menjadi bukti bahwa penguatan karakter kepemimpinan tetap menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi profesi, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semangat kebangsaan terus terjaga sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.