Terbaru

Faisal Pua Singgung Dugaan Kepentingan di Balik Aksi Gempur, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

8
×

Faisal Pua Singgung Dugaan Kepentingan di Balik Aksi Gempur, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini

Halmahera Utara – Ketua Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara, Faisal Pua, meminta masyarakat adat di wilayah lingkar tambang tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun tuntutan yang dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

Faisal menegaskan, masyarakat adat harus ditempatkan sebagai subjek yang memiliki hak untuk menentukan sikap berdasarkan kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri, bukan dijadikan alat untuk memperjuangkan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Jangan sampai masyarakat adat lingkar tambang dijadikan alat untuk mengamankan kepentingan orang atau kelompok tertentu. Masyarakat harus cerdas melihat siapa yang benar-benar memperjuangkan kepentingan mereka dan siapa yang hanya membawa kepentingannya sendiri,” tegas Faisal.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisal menyikapi rencana aksi Aliansi Gerakan Menagih Utang Real (Gempur). Ia menduga terdapat kepentingan tertentu di balik aksi tersebut yang berkaitan dengan Afrida Ngato.

“Saya melihat aksi ini perlu dicermati. Saya menduga ada kepentingan Afrida Ngato yang sedang diperjuangkan melalui isu yang dibawa dalam aksi tersebut,” ujarnya.

Faisal juga menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya berkaitan dengan Afrida Ngato, termasuk dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin serta dugaan gangguan terhadap kegiatan usaha pertambangan di objek vital perusahaan NHM.

Menurutnya, berbagai tudingan tersebut harus dibuktikan dengan data dan diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan membangun opini yang dapat mempengaruhi masyarakat adat.

“Kalau memang ada bukti, silakan bawa ke jalur hukum. Jangan masyarakat yang kemudian dipanaskan dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Ia meminta masyarakat adat lingkar tambang tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah percaya terhadap tuntutan yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan.

“Jangan mudah dihasut. Jangan sampai karena kepentingan segelintir orang, masyarakat adat yang akhirnya menjadi korban. Kita harus menjaga keamanan, ketertiban dan keberlangsungan kehidupan masyarakat,” tegas Faisal.

Faisal juga mengingatkan berbagai kontribusi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kepada masyarakat Maluku Utara, khususnya melalui program kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Haji Robert, NHM telah memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk warga yang mengalami persoalan kesehatan.

“Pak Haji Robert sudah banyak membantu masyarakat Maluku Utara. Banyak warga sakit yang mendapatkan bantuan, termasuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Karena itu, Faisal meminta seluruh pihak melihat persoalan secara utuh dan tidak mengabaikan kontribusi yang selama ini diberikan perusahaan kepada masyarakat.

“Kalau ada kritik, silakan. Kalau ada persoalan, silakan disampaikan. Tetapi jangan mengarang opini, jangan memprovokasi masyarakat dan jangan menjadikan masyarakat adat sebagai tameng untuk kepentingan tertentu,” tandasnya.

Faisal menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, termasuk menyampaikan kritik terhadap perusahaan. Namun, aspirasi tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta.

“Perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi jangan sampai kepentingan pribadi dibungkus seolah-olah sebagai kepentingan masyarakat. Masyarakat adat bukan alat untuk memperjuangkan kepentingan siapa pun,” pungkas Faisal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Aliansi Gempur maupun Afrida Ngato belum memberikan tanggapan atas pernyataan Faisal Pua. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebutkan.