PEKANBARU– Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kampar dan atau Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar kembali di Tantang Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini.
Tantangan yang dimaksud adalah terkait dengan tindak lanjut temuan masyarakat soal dugaan telah terjadinya praktek haram Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh salah seorang Kepala Desa (Kades) di Lingkungan Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Hal itu perlu menjadi Atensi bersama, karena oknum Kades tersebut dikenal Kaya Raya, Berkuasa Penuh, Putra Daerah setempat, orang yang sangat berpengaruh dan kabarnya memiliki Keluarga Petinggi Jenderal di Jakarta sana.
Ketua KNPI Riau Tantang Kapolres dan Kajari Kampar Telusuri Temuan di Kecamatan Tapung Hulu, Larshen Yunus: “Infonya Kades Danau Lancang Kebal Hukum, Walaupun Sering Bermain Anggaran”
Dimintai Komentarnya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau Lagi-lagi menegaskan maksud dari tantangan tersebut, yang dianggap sebagai pemicu sekaligus pemantik bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk benar-benar serius bekerja, sesuai dengan semangat Supremasi Hukum.
Pejabat Kebal Hukum yang dimaksud adalah Kades Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar atas nama Azirman.
“Dahulu, sewaktu saya ikut Nyaleg untuk DPRD Provinsi Riau dari Daerah Pemilihan Riau 2, Kabupaten Kampar sudah pernah 2 kali mampir ke Desa Danau Lancang dan mohon maaf, kondisinya sungguh sangat ironis memprihatinkan. Sarana, Prasarana maupun Infrastruktur Desa seperti tidak sebanding dengan Besarnya Kucuran Dana Desa, Anggaran Dana Desa maupun Dana yang bersumber dari Retribusi setempat. Luasnya hamparan Kebun Kelapa Sawit dan juga Pabrik Kelapa Sawit, hilir mudik mobil ataupun Tronton bertonase besar tidak sebanding dengan Pembangunan Desa” ungkap Larshen Yunus, seraya meneteskan airmatanya.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu juga membandingkan, kondisi Jalan yang mulus hanya terlihat dan ditemukan di Kawasan Aset milik Kades Danau Lancang.
“Kalau bapak ibu pergi ke Rumah Pak Kades Azirman ataupun ke Lokasi Kebun Kelapa Sawit miliknya, baru terasa adanya Pemerintah Desa. Jalannya bagus dan mulus, meskipun tidak ditemukan pemukiman warga kecuali hanya aset Kades Danau Lancang” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh sesal.
Ketua KNPI Provinsi Riau itu kembali mengingatkan, bahwa ketimpangan pembangunan Desa seperti itu lama kelamaan akan menjadi bom waktu yang tentunya dapat merugikan Kades Azirman itu sendiri. Desa yang dipimpinnya cukup lama itu seperti tidak ada Pemimpin, bila ditanya dan di wawancarai para Wartawan, Kades Danau Lancang itu justru terbiasa dan tanpa malu menyelipkan Amplop daripada menjawabnya disertai dengan data dan fakta.
Hingga berita ini diterbitkan, Jum’at (28/11/2025) Ketua KNPI Riau Larshen Yunus siapkan Laporan Resmi soal ditemukannya dugaan Kasus Tipikor maupun Skandal Permainan Proyek Jalan di Desa Danau Lancang tersebut. (*)
