BeritaEkonomiHukum & HAMPerspektifTerbaru

Mengungkap Tabir Misteri Stadion Utama Riau: Dibangun Ex Gubri RZ Trilyunan Rupiah, Justru Mau Dijual Gubri AW Akibat Pusing Tujuh Keliling

218
×

Mengungkap Tabir Misteri Stadion Utama Riau: Dibangun Ex Gubri RZ Trilyunan Rupiah, Justru Mau Dijual Gubri AW Akibat Pusing Tujuh Keliling

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU– Informasi soal niat Gubernur Riau Abdul Wahid S.Pd.i M.Si dalam Menjual Aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, yakni Stadion Utama menjadi buah bibir Masyarakat.

Pasca dilantik menjadi Gubernur Riau, Abdul Wahid dinilai kerap menghadirkan Kecemasan, Kekhawatiran dan Pesimisme. Apalagi soal pernyataannya tentang angka defisit anggaran yang telah membuat dirinya pusing tujuh keliling.

Ditambah lagi soal kegaduhan yang terjadi di internal Pemprov Riau, yang kabarnya muncul istilah “Matahari Kembar” dampak atas sikap Arogan dan ingin menang sendiri yang ditunjukkan Gubernur Abdul Wahid kepada Seniornya sendiri, yang merupakan Wakil Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT.

Mengungkap Tabir Misteri Stadion Utama Riau: Dibangun Ex Gubri RZ Trilyunan Rupiah, Justru Mau Dijual Gubri AW Akibat Pusing Tujuh Keliling.

Belum selesai soal Kegaduhan tentang istilah Pusing Tujuh Keliling, kini Gubernur Abdul Wahid diperhadapkan dengan pernyataannya sendiri, terkait niatan untuk Menjual Aset Pemprov, yaitu Stadion Utama Riau.

Bertempat disalah satu bilangan di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru, Hari ini, Selasa (6/5/2025) Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau katakan, bahwa sejauh ini Kepemimpinan Abdul Wahid sebagai Gubernur Riau hanya didominasi dengan Iklim Pesimisme. Seorang Pemimpin yang hanya menghadirkan Kecemasan justru pada akhirnya membuat Keterpurukan bagi Masyarakat dan Daerah yang dipimpinnya.

“Sudahilah ini pak Abdul Wahid, tagline tentang Gubernur Muda yang diisi berbagai kalimat positif, justru berbanding terbalik dengan kenyataannya. Mulai dari pusing tujuh keliling. Tidak ada pembangunan ditahun 2025 ini, Program jalan-jalan berkedok Audiensi bersama para Bupati Walikota ke Jakarta hingga niatan untuk Menjual Stadion Utama Riau, yang secara eksplisit justru mengambil peran dan tugas dari para Wakil Rakyat di Lembaga DPR RI, DPRD Provinsi Riau hingga DPRD Kabupaten Kota se Riau” ujar Larshen Yunus, dengan nada positif.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu pastikan lagi, bahwa Kinerja Gubernur Abdul Wahid akan menjadi Prioritas untuk dilakukan Pengawasan dari Masyarakat, sebagai tindak lanjut dari Program Partisipasi Publik yang dimiliki oleh INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu.

Terakhir, Ketua KNPI Provinsi Riau itu berkali-berkali mengingatkan, bahwa Stadion Utama Riau dibangun Trilyunan Rupiah di Zaman Kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal. Begitu banyak Anggaran Pemerintah terserap, bahkan untuk Dana Pemeliharaan saja, angkanya luar biasa. Tetapi justru bak disambar Petir disiang bolong, sekejap mata dan tanpa rasa malu, dengan muka temboknya Gubernur Riau Abdul Wahid ingin menjual Aset milik Pemprov itu, terlihat sangat jelas, bahwa Abdul Wahid benar-benar tidak memiliki Ide dan Gagasan yang Cemerlang, bahkan dengan mudahnya mengatasi permasalahan dengan menimbulkan permasalahan yang baru.

Menurut Ketua KNPI Riau itu, Stadion Utama tidak mesti di Jual, ada banyak cara untuk mengatasi segala persoalan yang ada, seperti Mengelola sendiri, Melibatkan BUMD, hingga cukup Menyewakan kepihak ketiga.

“Ayo Bapak ibu Masyarakat Riau, Bersatulah!!! Jangan biarkan Negeri kita ini dipimpin oleh seseorang yang tidak cakap, bahkan jauh dari Ekspetasi ketika kampanye Pilkada tempo lalu. Mau tak mau, suka tak suka, Abdul Wahid sudah terlanjur di Cap Rakyat sebagai Pemimpin yang Gagal Total. Lebih dari 100 hari kerja hanya diisi dengan Kegiatan yang tidak Produktif, bahkan Kunjungannya ke Kementerian bersama para Bupati dan Walikota ke Jakarta sebagai bentuk Penghinaan terhadap Tugas Pokok dan Fungsi dari para Wakil Rakyat disemua tingkatannya. Secara prinsip! Gubernur Abdul Wahid terlihat tidak memahami dan tidak menguasai perannya sebagai Kepala Daerah tingkat Provinsi, memori rakyat hanya mengingat Gubernur Abdul Wahid datang dari Kota Pekanbaru ke Kabupaten Pelalawan menggunakan Helikopter milik Perusahaan yang terkenal bermasalah soal Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)