Terbaru

SPPG Rejosari Dihantui Keluhan Bau Limbah, Warga Minta Pemeriksaan IPAL

53
×

SPPG Rejosari Dihantui Keluhan Bau Limbah, Warga Minta Pemeriksaan IPAL

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Persoalan pembuangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari SPPG Rejosari, Pekanbaru, kembali menjadi sorotan (17/8/26).

Alih-alih meredakan keluhan warga, pemasangan pipa pembuangan yang membentang di sepanjang drainase depan SPPG justru dikeluhkan membuat aroma tidak sedap semakin menyengat.

Pipa tersebut diketahui dipasang oleh pihak pengelola SPPG sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti persoalan pembuangan limbah. Namun, kondisi di lapangan justru menuai keluhan masyarakat sekitar yang setiap hari harus mencium bau tak sedap dari jalur pembuangan tersebut.

Sejumlah warga mengaku resah karena aroma yang muncul dari saluran pembuangan semakin mengganggu aktivitas dan kenyamanan mereka.

“Bukan malah mengatasi, malah membuat aromanya semakin tidak enak dihirup. Kalau terus seperti ini, kami khawatir warga sekitar terdampak dan mengalami gangguan kesehatan,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap pengelola SPPG tidak hanya memasang pipa sebagai solusi sementara, tetapi memastikan limbah yang dialirkan benar-benar telah melalui proses pengolahan sesuai ketentuan sebelum dibuang ke lingkungan.

Persoalan tersebut juga mendapat perhatian pemerhati lingkungan. Mereka meminta instansi terkait turun langsung ke lokasi guna memeriksa kondisi saluran, sistem pengolahan IPAL, serta kualitas limbah yang diduga dialirkan dari SPPG Rejosari.

Menurut pemerhati lingkungan, persoalan limbah tidak boleh dianggap sepele. Pengelolaan limbah yang tidak dilakukan secara benar bukan hanya berpotensi menimbulkan bau, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

“Pihak terkait harus turun ke lapangan dan memproses persoalan limbah ini. Jangan sampai masyarakat yang berada di sekitar SPPG terus menjadi pihak yang dirugikan,” tegas pemerhati lingkungan.

Sorotan Soal Tenaga Kerja Lokal

Selain persoalan limbah, masyarakat sekitar juga menyoroti keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional SPPG Rejosari.

Warga berharap keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat melalui program yang dijalankan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Minimnya perekrutan tenaga kerja lokal dinilai perlu menjadi perhatian pihak pengelola.

Masyarakat meminta agar pengelola SPPG dapat memberikan kesempatan yang lebih besar kepada warga setempat untuk bekerja, sepanjang memenuhi persyaratan dan kebutuhan tenaga kerja.

Masyarakat sekitar kini berharap adanya langkah nyata dari pengelola SPPG Rejosari maupun pemerintah daerah untuk memastikan sistem pengelolaan dan pembuangan limbah dilakukan secara aman serta tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan warga.

Warga juga berharap persoalan perekrutan tenaga kerja lokal mendapat perhatian, sehingga keberadaan SPPG dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Hingga berita ini disusun, keluhan mengenai bau menyengat dari jalur pembuangan limbah tersebut masih dirasakan masyarakat sekitar.

Mereka berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah konkret terhadap persoalan tersebut.

Awak media masih membuka ruang hak jawab kepada pihak SPPG Rejosari. Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi dari pihak terkait, berita ini akan diperbarui sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan.

Tim