PEKANBARU– Wakil Gubernur Riau, Ir S.F. Hariyanto MT bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau sekaligus Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Parisman Ihwan SE MM alias Iwan Fatah diketahui bertemu dengan salah seorang Petinggi sekaligus Pengurus DPP Partai Golkar, Dr Ahmad Doli Kurnia Tanjung S.Si MT.
Awalnya foto pertemuan bersama salah satu Pengurus Partai Golkar Pusat itu semakin memberikan isyarat, bahwa mereka berdua akan duet dalam memimpin Partai Golkar Provinsi Riau, Namun justru melalui sambungan WhatsAppnya, Iwan Fatah membantah dengan keras.
Menurut Iwan, dirinya yang lebih pantas memimpin Partai Golkar Provinsi Riau, bahkan Iwan sempat berkelakar, bahwa dari foto mereka bertiga itu hanya dirinya yang memiliki Senyum yang manis, tulus dan ikhlas.
“Dari Senyuman saja, kelihatan mana yang Happy, yang Hambar dan mana yang terpaksa, adinda bisa artikan itu” ungkap Iwan Fatah.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau itu mengaku sedang berada di Jakarta dan pihaknya sangat yakin, bahwa DPP Partai Golkar lebih memilihnya ketimbang SF Hariyanto.
Sementara ditempat yang berbeda, Loyalis SF Hariyanto for Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau tegaskan lagi, bahwa pihaknya Haqul Yaqin, Tampuk Kepemimpinan Drs H Syamsuar M.Si berganti dan Ir SF Hariyanto adalah jawabannya.
Keyakinan itu disampaikan Haji Suparman S.Sos M.Si dan Haji Indra Gunawan Eet. Kedua orang itu adalah Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau sekaligus masing-masing pernah juga menduduki jabatan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Bengkalis.
SF Hariyanto dan Parisman Ihwan Bertemu Ahmad Doli Kurnia Tanjung: Antara Bisikan, Salam-Salam dan Manuver Tingkat Tinggi.
Dimintai Komentarnya, Praktisi Kebijakan Publik yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau hanya katakan, bahwa pada akhirnya kemenangan itu hanya ditentukan dari Bisikan, Salam-Salam dan Manufer Tingkat Tinggi terhadap DPP Partai Golkar.
“Kalau melihat dari Jejak rekamnya, Parisman Ihwan diketahui lumayan lama berkhidmat di Partai Beringin itu, hingga akhirnya berhasil menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau selama hampir 2 (dua) periode. Bahkan statusnya sebagai Kontraktor Kelas Kakap juga berhasil menghantarkannya sebagai Wakil Ketua (Pimpinan) DPRD Provinsi Riau dalam periode kedua saat ini. Kendati memang mau tak mau, suka tak suka Iwan Fatah juga masih di Hantui dengan bayang-bayang Praktek Haram Jual Beli Pokir DPRD Provinsi Riau, hingga beredarnya kabar, bahwa telah banyak yang menjadi korban atas perbuatan yang melawan hukum seperti itu” ujar Larshen Yunus, seraya menunjukkan Bukti-Bukti (BB) Permulaannya.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, terkait SF Hariyanto juga dinilai memiliki Khans dan Potensi yang besar untuk menang.
“Pak SF Hariyanto saat ini adalah Wakil Gubernur Riau, orang nomor 2 (dua) di Provinsi Riau ini. Ditambah lagi isunya Mantan Birokrat Senior di Pemprov Riau itu kerap dikenal sebagai sosok yang sangat Royal. Mohon izin tegas kami sampaikan, peluang beliau sangat besar, prinsipnya tetap sama! yakni tergantung Bisikan, Salam-Salam maupun Manuver dari masing-masing Calon. Siapa yang dapat mengambil hati para Pimpinan DPP Partai Golkar, maka dialah yang pasti memimpin Partai Golkar Provinsi Riau berikutnya” ungkap Ketua KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus dengan nada optimis.
Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu (26/4/2025) percaturan politik di Provinsi Riau semakin asyik untuk disimak, pasca Gagalnya Abdul Wahid S.Pd.i M.Si sebagai Gubernur Riau, yang dinilai dalam seratus hari masa kerja tidak berbuat apa-apa. Abdul Wahid dianggap hanya Show kemana-mana, dibungkus dengan istilah Silaturahmi dan Halal Bi Halal. Begitu banyaknya kegiatan yang tidak produktif, sementara disatu sisi Janji tinggallah Janji, Visi Misi dan Program Kerja yang disampaikan sewaktu Kampanye Pilgubri tahun lalu hanya sekedar pepesan kosong belaka. (*)






