Terbaru

Gelar Adat Tak Sekedar Penyematan: SF Hariyanto Mengulang Kembali Sejarah Pemimpin Riau yang Santun, Jujur dan Apa Adanya, Jenderal Syarwan Hamid Jauh Lebih Keras

425
×

Gelar Adat Tak Sekedar Penyematan: SF Hariyanto Mengulang Kembali Sejarah Pemimpin Riau yang Santun, Jujur dan Apa Adanya, Jenderal Syarwan Hamid Jauh Lebih Keras

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU– Selama ini Pemberian Gelar Adat sudah seperti Komoditas yang tidak Menarik Lagi. Apalagi Pasca terjadinya Dualisme Kepengurusan di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), baik itu di tingkat Kepengurusan Provinsi maupun Kabupaten Kota.

Pemberian Gelar Adat yang secara prinsip mestinya mendatangkan Manfaat kini justru dominan menghadirkan Mudarat bagi yang menerima Penyematan dan atau Pemberian tersebut.

Khusus di Wilayah Provinsi Riau, para Pemimpinnya yang menjabat sebagai Gubernur pernah mencatatkan sejarah, Hatrick (tiga kali) berturut-turut Jatuh dilubang yang sama, yakni Terlibat dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan berakhir didalam Jeruji Penjara.

Gelar Adat Tak Sekedar Penyematan: SF Hariyanto Mengulang Kembali Sejarah Pemimpin Riau yang Santun, Jujur dan Apa Adanya, Jenderal Syarwan Hamid Jauh Lebih Keras!

Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, bahwa Alahyarham Jenderal Syarwan Hamid pernah Mengembalikan Gelar Adat dari LAM Riau. Datuk Seri Lela Negara Syarwan Hamid justru dengan Kerasnya ingin Mengembalikan Gelar Adat tersebut, yang disematkan padanya belasan tahun yang lalu.

Informasinya, mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu kurang setuju bahkan sangat kecewa terhadap LAMR yang dianggap terlalu Latah memberikan Gelar Adat kepada Presiden RI saat itu, Ir H Joko Widodo alias Jokowi.

Bagi Jenderal Syarwan Hamid, Pemberian Gelar itu sangat tidak patut, bahkan terkesan murahan sekali. Hanya karena melihat Jabatan seseorang, Gelar yang harusnya menghadirkan Manfaat justru terbalik, menghadirkan Mudarat yang sangat Memalukan.

“Gubernur Riau Hattrick (berturut-turut) sampai 3 orang ditangkap dengan kasus yang sama, yakni Tindak Pidana Korupsi. Ketiga Gubernur Riau itu sudah menerima Gelar Adat dan pada akhirnya bermuara kedalam Penjara” ujar Larshen Yunus.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu kembali menegaskan, bahwa Sosok Ir SF Hariyanto MT selaku Wakil Gubernur Riau benar-benar mirip dengan Almarhum Jenderal Syarwan Hamid. Tipikal Petarung namun tetap Santun, Jujur dan Apa adanya. Kendati banyak pihak yang Menggoreng-Goreng isu soal Penolakan Pemberian Gelar Adat, tetapi Hakikatnya bukan bermaksud seperti itu, justru dengan Kerendahan Hati Wagubri SF Hariyanto menunjukkan Keteladanannya.

“Banyak orang menafsirkan yang aneh-aneh, padahal pak Wagub SF Hariyanto justru memberikan Pengajaran bagi kita semua, bahwa Gelar Adat itu sangat Sakral dan hanya pantas diterima bagi sosok Pemimpin yang benar-benar menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya, tidak sekedar manis dibibir saja, Pak SF Hariyanto justru terbukti menjaga Kemurnian dari Substansi Penyematan Gelar Adat yang dimaksud” tutur Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.

Ketua KNPI Provinsi Riau mengajak semua pihak untuk selalu membiasakan diri berfikir positif, cerdas dan berkhidmat. Jangan hanya gara-gara Kepentingan Politik yang sementara justru merusak Keharmonisan dan Tali Silaturrahim diantara sesama Anak Bangsa.

“Sudahilah itu kawan! Jangan lagi kita terlarut dalam setiap Prosesi Adat seperti itu. Hindari segala bentuk Seremonial yang hanya Menghabiskan Anggaran saja. Gelar Adat itu hanya pantas diperoleh bagi sosok Pemimpin yang Jujur dan Berintegritas. Bagaimana mungkin Kalian bilang Gubernur Riau itu Bermarwah, sementara Menjaga Lisan dan Hubungan dengan Wakilnya terbukti Gagal. Pasca di Lantik justru Gubernur Riau Abdul Wahid berjalan sendirian, tanpa dasar yang kuat, beliau Hilangkan semua Peran Pak SF Hariyanto sebagai Wakil Gubernur Riau, padahal disetiap kesempatan, Gubri Abdul Wahid dengan Nyinyirnya bicara soal Persatuan! dasar Pemimpin Munafik!!! sama Wakilmu saja tidak akur alias saling sakit hati” ungkap Ketua KNPI Provinsi Riau, Kakanda Kami Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya, hari ini Sabtu (5/7/2025). ***