PEKANBARU– Wajah Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM kembali “di Pecundangi” bawahannya sendiri.
Setelah baru-baru ini juga Politisi yang dikenal “Tukang Olah” sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau itu di Permalukan atas aksi heroik istri dari Plt Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kota Pekanbaru, Martin Manoluk Tampubolon ST soal Foto Flexing dan Pamer Gaya Hidup Mewah (Hedonisme), kini Plt Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Drs Ingot Ahmad Hutasuhut yang dalam kapasitasnya sebagai Plt Kadispenda Kota Pekanbaru bersama-sama Sekretaris Dinasnya, Tengku Denny Muharpan SH MH hanya bisa menutup seraya menghempaskan pintu ruang kerjanya, tatkala didatangi sekaligus diwawancarai awak media.
Praktek Kasar Merampok Uang Daerah Versi Bapenda Kota Pekanbaru? Wajah Wako Agung Nugroho Kembali di Pecundangi.
Berbagai macam spekulasi muncul. Praduga tak bersalah selalu menjadi konsumsi masyarakat. Praktek Kasar dalam merampok uang Daerah benar-benar telah mempermalukan Marwah Kota Pekanbaru Dimata semua orang.
Lalu, apakah selama ini ada jaminan? ketika sebuah daerah dipimpin oleh kalangan muda seperti Agung Nugroho, Walikota Pekanbaru saat ini, sudah pasti jawabannya tidak! karena antara Narasi, Janji dan Fakta adalah satu kesatuan yang sangat berbeda pengertiannya.
“Agung Nugroho itu Pemimpin yang sangat lemah! itu faktanya lho, beliau dominan dipoles dengan ilmu Sandiwara dan Spekulasi tingkat tinggi, kinerjanya sampai saat ini hanya berkutat pada janji dan janji. Buktinya, masih ada pembiaran terhadap kasus Flexing dan Pamer Gaya Hidup Mewah (Hedonisme) istri Plt Kadis Perkim Kota Pekanbaru, Martin Manoluk ST dan saat ini muncul pula kasus Plt Sekdako Pekanbaru dalam kapasitas sebagai Plt Kadispenda belum juga ada penjelasan. Semua seperti panggung sandiwara” tegas Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.
Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau itu berkali-kali mengatakan, bahwa sudah seharusnya Aparat Penegak Hukum (APH) menelusuri hasil dari Proyek Pembangunan di Kantor Dispenda Kota Pekanbaru.
“Polisi ataupun Jaksa harusnya segera meninjau Lokasi Proyek di Kantor Dispenda Kota Pekanbaru, Klaster Korupsi dengan Pola yang Lama kembali menjadi aksi dari para Perampok Uang Rakyat, Milyaran Rupiah habis percuma! Toilet yang baru saja di perbaiki dengan Tahun Anggaran 2023-2024 kembali diperbaharui dengan cara-cara haram seperti itu, Kepala OPD dan Sekretaris sama-sama bungkam, Walikotanya sibuk Pencitraan dengan aksi perbaiki jalan, Alfatehah” ungkap Larshen Yunus, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.
Hingga berita ini diterbitkan, hari ini Minggu (21/12/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, agar semua pihak bersatu padu. Rakyat jangan lagi hanya jadi Penonton. Negeri ini bukan kekurangan uang, Riau dan Kota Pekanbaru ini Kaya Raya, yang ada hanya Kebanyakan Para Pejabat yang punya mental Maling. Para Perampok Uang Daerah, dibungkus dengan cara berbicara santun dan berpakaian Syariah, ternyata hanya akal bulus semata.
“Pak Polisi ataupun Pak Jaksa, kalian itu diberikan kewenangan dalam menegakkan hukum di Negeri ini, Tolong Segera mampir ke Kantor Dispenda Kota Pekanbaru! Mari sama-sama kita beri contoh, bahwa Supremasi Hukum itu tidak pandang buluh. Walikota, Sekda, Plt Kadispenda, Sekretaris Dispenda hingga Plt Kadis Perkim Kota Pekanbaru wajib di Panggil, dilakukan Pemeriksaan secara intensif, agar Kepastian Hukum benar-benar didapatkan” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)









