Maluku Utara – NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak dan balita yang masih berada dalam kategori stunting, termasuk mereka yang memiliki penyakit bawaan maupun faktor genetik dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil analisis intervensi gizi anak dan balita yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terhadap program NHM Peduli di lima kecamatan wilayah lingkar tambang Kabupaten Halmahera Utara, yakni Kecamatan Kao Barat, Kao Utara, Kao, Malifut, dan Kao Teluk.
Analisis dilakukan dengan membandingkan perkembangan berat badan serta tinggi atau panjang badan anak dan balita pada pengukuran awal, setelah intervensi tahap pertama, hingga intervensi tahap kedua.
Ketua Program Stunting NHM Peduli, Munir Radjabessy, mengatakan dalam pelaksanaan skrining tersebut pihaknya menggandeng dokter spesialis anak untuk melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam.
“Kegiatan skrining ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko stunting pada anak dan balita, sehingga mereka dapat memperoleh intervensi yang tepat dan efektif untuk mencegah maupun menanggulanginya,” ujar Munir saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Munir, skrining kesehatan juga dilakukan untuk menganalisis penyebab yang memengaruhi pertumbuhan anak serta memberikan rekomendasi penanganan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan keluarga mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan serta upaya pencegahan stunting sejak dini.
Munir menjelaskan, pada tahap awal terdapat 20 anak dan balita yang telah terverifikasi dalam data intervensi tahap pertama dan tahap kedua untuk menjalani skrining oleh dokter spesialis anak.
Namun, dalam pelaksanaan skrining ditemukan tambahan empat anak dan balita yang memiliki kelainan. Keempatnya berasal dari Desa Biang, Soamaetek, Bobaneigo, dan Doro, dan selanjutnya masuk dalam proses verifikasi tahap ketiga.
Selain itu, terdapat tambahan lima anak dan balita kategori stunting berdasarkan permintaan masyarakat, yakni dua anak dari Desa Gamlaha, dua anak dari Desa Toliwang, dan satu anak dari Desa Momoda.
Dengan adanya tambahan tersebut, total anak dan balita yang menjalani skrining mencapai 29 orang.
“Setelah dilakukan skrining, respons para orang tua anak dan balita stunting sangat baik. Mereka berharap hasil diagnosis dari dokter spesialis anak terhadap anak-anak yang telah menjalani skrining dapat segera ditindaklanjuti,” kata Munir.
74 Anak Berhasil Keluar dari Kategori Stunting
Sebelumnya, Tim NHM Peduli telah melakukan intervensi terhadap 95 anak dan balita stunting yang menjadi sasaran awal Program Penanganan Stunting di lima kecamatan wilayah lingkar tambang Halmahera Utara.
Hasil evaluasi terhadap 95 anak tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Sebanyak 74 anak berhasil keluar dari kategori stunting, sementara 21 anak masih berada dalam kategori stunting dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
Dari 21 anak yang masih berada dalam kategori stunting tersebut, terdapat empat anak yang memiliki penyakit bawaan dan faktor genetik yang turut memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan.
Secara keseluruhan, hasil intervensi Program Penanganan Stunting NHM Peduli Tahap I dan Tahap II menunjukkan capaian rata-rata sebesar 80 persen.
Melalui skrining lanjutan dengan melibatkan dokter spesialis anak, NHM Peduli berupaya memastikan anak dan balita yang masih membutuhkan perhatian khusus dapat memperoleh rekomendasi penanganan sesuai kondisi masing-masing, sekaligus memperkuat pendampingan kepada keluarga dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting.
