PEKANBARU– Tabir Misteri tentang Kasus yang dialami Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Dr Ir Hasto Kristiyanto MM ternyata berhubungan dengan berbagai Permasalahan yang lalu, yang menjadi catatan kelam bagi PDI Perjuangan.
Catatan kelam masa lalu itu adalah di Zholiminya Kader terbaik dari Partai tersebut, bahkan sekelas pendiri PDI Perjuangan seperti Laksamana Sukardi, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menjadi deretan orang yang menjadi korbannya.
Khusus di Daerah-Daerah, Drs Morlan Simanjuntak SH MH juga bisa dijadikan contoh, betapa Sadisnya Keputusan Partai yang terkesan tegas, namun justru menyimpan banyak Tabir Misteri.
Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka KPK dan Dipenjara, Larshen Yunus: “Apakah ini yang di Namakan Hukum Karma? Masih Ingatkah Kita Kader yang di Zholimi atas nama Laksamana Sukardi dan Drs Morlan Simanjuntak?”
“Itulah kawan, ternyata Hukum Karma masih berlaku di Dunia ini, siapa yang memijak, melakukan tindakan Zholimi, suatu saat! cepat atau lambat pasti merasakan hal yang sama. Makanya nasihat orang tua dulu mengatakan, bahwa hidup ini hanya sementara, ketika engkau menduduki suatu jabatan apapun, jadikanlah itu sebagai kesempatan untuk menjadi berkat bagi semua orang, jangan justru azas manfaat untuk memperoleh sesuatu, dengan memijak kepala seseorang” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN).
Larshen Yunus juga mengajak semua Elite PDI Perjuangan untuk segera berbenah. Terhadap segala temuan yang dinilai sarat akan Kebijakan dan atau Keputusan yang Zholim, sebaiknya dilakukan Evaluasi. Karena yakin dan percayalah, Tangis dan Air Mata orang-orang yang menjadi Korban Zholim, itu sangat Dahsyat, Sang Khalik cepat mengabulkannya.
“Kami mencontohkan peristiwa yang pernah dialami Laksamana Sukardi, sewaktu aktif sebagai Menteri BUMN, Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, yang dimotori oleh Profesor Gayus Lumbuun pernah sangat bernafsu untuk memenjarakan Laksamana Sukardi. Padahal kita tahu, bahwa beliau itu salah satu pendiri Partai. Demikian juga dengan Permasalahan yang dihadapi Drs Morlan Simanjuntak SH MH, kasus hukumnya soal Perburuhan di Kabupaten Siak, tetapi sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kampar pilihan rakyat, justru tanda adanya satu bukti apapun, Loyalis Bung Karno itu justru di Zholimi dengan perkara siluman. Awalnya para petinggi Partai bernafsu menghantam soal kasus Pidana di Wilayah Hukum Polres Siak, tetapi justru dalam amar putusan Surat Pemecatan yang diterbitkan DPP PDI Perjuangan, tercantum poin per poin yang menuduh Drs Morlan Simanjuntak SH MH melakukan tindakan Money Politik, inilah yang disebut dengan Kebijakan dan atau Keputusan Partai Sontoloyo” ujar Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.
Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu juga menegaskan, agar Peristiwa yang sudah terjadi seperti itu dapat dijadikan contoh bagi Partai Lainnya, agar berfikir ulang untuk melakukan tindakan Zholim, melalui berbagai kebijakan dan keputusan Partai.
“Mohon izin Kanjeng Ketum PDI Perjuangan, ibunda Kami Megawati Soekarnoputri. Sebagai orang Riau, kami ingin sekali Kanjeng meng Evaluasi Keputusan yang telah Merugikan bapak Drs Morlan Simanjuntak SH MH. Beliau itu sangat Hormat, Sayang dan Cinta terhadap ibu. Kami sangat prihatin dengan kejadian itu Kanjeng. Dengan sekelumit Energi yang ada, untuk pertama kalinya Pak Morlan ikut Mencaleg, sekali maju langsung menang. Ehhh Giliran sudah menang, beliau diserang Internal Partai. Dituduh dengan hal-hal yang sangat tidak masuk akal. Hingga akhirnya Pak Morlan hanya menjabat 5 bulan sebagai Anggota Dewan, Wallahuallam Bissawab” tutur Larshen Yunus.
Bertempat di Posko Perjuangan Rakyat milik DPP GARAPAN, Ketua Larshen Yunus katakan sekali lagi, agar DPP PDI Perjuangan segera berbenah. Jangan lagi merasa benar sendiri, merasa partai yang paling hebat dan sempurna. Introspeksi Diri itu Lebih baik.
“Kami dari unsur Relawan Prabowo Gibran siap sedia menjadi Garda Terdepan dalam Menghadirkan Solusi dan Keadilan bagi Kader Militan PDI Perjuangan yang bernama Morlan Simanjuntak. Tolong Pulihkan nama baik dan Martabatnya. Ayo setialah terhadap perkara-perkara yang kecil” tutur Larshen Yunus, yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua DPD I KNPI Provinsi Riau dan Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Riau.
Terakhir, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Lulusan dari Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu tegaskan, agar semua orang memahami Makna dan Esensi dari Kalimat SATYAM EVA JAYATE, bahwa Kebenaran Pasti Akan Menang.
“Ayo Bapak Ibu Masyarakat Indonesia, Berbenah dan Revolusi Mental!!! Mari biasakan Berbaik Sangka. Tabbayun itu Jauh Lebih baik. Bersatu, Berjuang dan Menang” akhir Calon Ketua Umum DPP KNPI, Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)






