Terbaru

Gian Azzam Askari Buktikan Kemampuan Literasi Lewat Prestasi di Ajang Kemah Budaya

73
×

Gian Azzam Askari Buktikan Kemampuan Literasi Lewat Prestasi di Ajang Kemah Budaya

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, SUMATERA BARAT – Prestasi membanggakan ditorehkan Gian Azzam Askari, siswa kelas IX atau kelas 3 SMP dari UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Gian berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi karya tulis ilmiah pada kegiatan Kemah Budaya yang diselenggarakan di Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan Kemah Budaya tersebut bertujuan untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya lokal melalui kompetisi literasi kebudayaan, permainan tradisional, kegiatan berkemah, serta lokakarya (workshop) mengenai cagar budaya.

Gian mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah yang menjadi agenda pertama dalam rangkaian perlombaan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB. Dalam kompetisi tersebut, para peserta berkesempatan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan menulis ilmiah dengan mengangkat tema cagar budaya.

Keikutsertaan Gian dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai siswa yang aktif dalam kegiatan literasi dan teater di sekolahnya. Minat serta kemampuannya dalam bidang literasi menjadi salah satu pertimbangan UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau untuk mengutusnya mewakili sekolah dalam kompetisi tersebut.

Melalui keikutsertaannya, Gian tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan menulis, tetapi juga memperluas wawasan mengenai kebudayaan dan pentingnya pelestarian cagar budaya. Kegiatan Kemah Budaya juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya secara lebih dekat.

Prestasi Juara 3 yang diraih Gian menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, terutama karena ia masih duduk di bangku kelas IX SMP. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi dan pengembangan minat dapat membuka peluang untuk berprestasi di luar lingkungan sekolah.

Ibunda Gian, Mutia Rina, bersama ayahandanya, Kamijon Assako, menjadi bagian dari keluarga yang mendampingi perjalanan pendidikan Gian. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Gian untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas pengetahuan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif.

Keberhasilan Gian juga menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sarana untuk membangun pemikiran kritis, mengembangkan pengetahuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah serta kebudayaan bangsa.

Dengan capaian tersebut, Gian Azzam Askari diharapkan terus meningkatkan potensinya di bidang literasi dan teater serta mengukir prestasi lainnya pada masa mendatang. Partisipasinya dalam Kemah Budaya menjadi pengalaman berharga sekaligus langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.

Penulis : Budi Gunawan