PEKANBARU– Relawan Garis Keras Prabowo Gibran turut menyoroti Skandal Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Relawan yang menamakan dirinya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) itu, ikut gelisah dan prihatin melihat Kondisi Terbengkalainya (Mangkrak) Jembatan Penyeberangan Alai Semukut itu, Jembatan yang dikenal dengan istilah Jembatan Selat Rengit (JSR) yang berada di Daerah Administratif Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Ini Peristiwa Hukum yang semua orang bisa melihat secara kasat mata, karena sampai saat ini, Hari Rabu 2 April 2025 bangkai Mangkraknya Konstruksi Jembatan Selat Rengit itu masih ada. Ini Proyek Fisika Lho, Aparat Penegak Hukum (APH) harus bergegas menelusuri temuan ini, sekalipun informasinya sudah ada Keputusan Hukum yang Inkrah, namun disatu sisi Perintah para Majelis Hakim Tipikor pada saat itu sudah jelas bahkan juga dapat didorong dengan adanya Novum baru. Kasus Korupsi ini sudah sekian tahun mengendap, Kok adem-adem saja?” tanya Larshen Yunus, Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran.
Menurut Aktivis Anti Korupsi Lulusan dari Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, Tabir Misteri tentang Mangkraknya Proyek 500 Milyar tersebut wajib di Bongkar. APH seharusnya memberikan Atensi terhadap permasalahan yang sudah jelas-jelas merugikan semua pihak.
“Atas nama Relawan Garis Keras Prabowo Gibran, kami meminta seraya memohon, agar kiranya Yang Terhormat bapak Presiden Republik Indonesia dan bapak Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan Perhatian Khusus terhadap peristiwa ini. Sudahlah menjadi Kabupaten yang APBD-nya terkecil, justru para pejabatnya sanggup berbuat hina seperti itu. Korupsi ditengah kondisi Daerah yang sangat Memperihatinkan! Tolong kami bapak Presiden dan bapak Wapres, semangat ASTA CITA bapak mesti hadir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau” harap Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.
Relawan Prabowo Gibran Ajak APH Bongkar Tabir Misteri Skandal Kasus Korupsi Jembatan Selat Rengit di Kepulauan Meranti, Larshen Yunus: “Panggil dan Periksa Juga Ex Bupati Irwan Nasir, Usut Kasus Terbengkalainya Pelabuhan Dorak”
Bukan hanya sampai disitu saja. Sesuai hasil Monitoring dan Observasi DPP GARAPAN, ternyata di Kepulauan Meranti bukan hanya mengisahkan Kasus Korupsi Jembatan Selat Rengit yang setengah triliun, tetapi juga muncul permasalahan baru, yakni Kasus Terbengkalainya pembangunan Pelabuhan Dorak, yang diketahui berjalan pada masa Pemerintahan Bupati Drs H Irwan Nasir M.Si sewaktu itu.
“Ini Kasus sudah sangat jelas. Karena basis temuannya Fisik. Jadi siapa saja bisa menilai, betapa Rakusnya para Pemilik Otoritas pada saat itu. Anggaran sudah habis, Ratusan Milyar Rupiah Lho, tapi hasilnya justru seperti itu. Mau berkilah seperti apa lagi? Semuanya sudah jelas. Jangan pula kalian bermain sandiwara. Melakukan Spekulasi yang aneh-aneh. Bahkan yang lebih Lucu lagi, muncul pihak-pihak yang justru istilahnya Kebakaran Jenggot, ada apa yah? Kok mereka pula yang panik? Ada apa ini?” tanya Larshen Yunus, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.
Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini juga katakan, bahwa sudah seharusnya APH yang dari Pusat bertindak, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung hingga Kepolisian di Bareskrim Mabes Polri.
“Menurut kami, kalau sampai saat ini, Rabu (2/4/2025) Tabir Misteri terkait Skandal Kasus Korupsi itu belum juga menemui titik terang, maka APH di Pusat sana mesti bertindak, karena di Khawatirkan terjadinya Persyubahatan Jahat antar Lintas Institusi Penegakan Hukum di Riau. Ayo para Pimpinan KPK RI, bapak Jaksa Agung dan bapak Kapolri, tolong kami pak. Terapkan Program Strategis ASTA CITA Pemerintahan Pusat saat ini, dimulai dari Menghadirkan Kepastian Hukum atas temuan tersebut. Jangan sampai muncul Stigma, bahwa para Pejabat dan Aparat di Riau Ompong semua, alias tak berkutik melawan para Pelaku Korupsi” tutur Larshen Yunus, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.
Terakhir, Relawan Prabowo Gibran sekaligus Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, agar semua pihak bersatu padu, terutama bagi seluruh Masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk sama-sama Berperang melawan para pelaku Korupsi.
“Ayo Bapak Ibu Masyarakat Provinsi Riau, wabbilkhusus Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Mari bersatu padu menjadi Mata, Hati dan Telinga dari bapak Presiden RI, Jenderal Purn TNI H Prabowo Subianto dan bapak Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Bersatu, Berjuang dan Menang!” akhir Ketua Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)






