BeritaEkonomiHukum & HAMPerspektifTerbaru

Abdul Wahid Gubernur Muda: Berniat Jual Stadion Utama, Hingga Bawa Para Bupati Walikota Jalan-Jalan ke Kantor Kementerian, Ketua KNPI Riau: “Innalillahi Wa’ Innaillahi Roji’un”

309
×

Abdul Wahid Gubernur Muda: Berniat Jual Stadion Utama, Hingga Bawa Para Bupati Walikota Jalan-Jalan ke Kantor Kementerian, Ketua KNPI Riau: “Innalillahi Wa’ Innaillahi Roji’un”

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU– Berkali-kali Kinerja dan Kebijakan Abdul Wahid S.Pd.i M.Si selaku Gubernur Riau yang kerap disapa sebagai Gubernur Muda justru mendapat Kritikan Tajam dari Masyarakat Provinsi Riau.

Kali ini, Kritikan Tajam yang dimaksud berasal dari Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini.

Adalah Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.

Menurut Larshen Yunus, pasca seratus hari kerja masa Kepemimpinan Gubernur Riau Abdul Wahid, cenderung memperoleh sentimen negatif dari Masyarakat. Berbagai Kritikan Tajam disampaikan, hingga terlanjur Menyeret-nyeret nama Abdul Wahid sebagai contoh Pemimpin yang Gagal Total.

Penilaian itu bukan tanpa dasar, sekalipun masa jabatan Abdul Wahid sebagai Gubernur Riau masih kategori seumur jagung. Tetapi tanpa disadari, Abdul Wahid telah berhasil menciptakan pembelajaran yang berharga, agar kedepan Masyarakat Riau jangan lagi salah dalam memilih seorang Pemimpin seperti dirinya, yang hanya bermodalkan Keberuntungan lewat kehadiran SF Hariyanto sebagai Wakil Gubernur Riau.

Abdul Wahid Gubernur Muda: Berniat Jual Stadion Utama, Hingga Bawa Para Bupati Walikota Jalan-Jalan ke Kantor Kementerian, Ketua KNPI Riau: “Innalillahi Wa’ Innaillahi Roji’un”

Berbagai Pernyataan Gubernur Abdul Wahid yang acap kali membuat sakit hati dan terheran-heran Masyarakat Riau, mulai dari Ketidakserasian menyebut angka Defisit Anggaran dengan Wakil Gubernur Riau, Pusing Tujuh Keliling, Niat Menjual Aset Pemprov seperti Stadion Utama Riau hingga memboyong semua Bupati Walikota se Riau ke Jakarta, jalan-jalan berkedok Audiensi, yang sebenarnya menjadi Tugas Pokok dan Fungsi para Wakil Rakyat disetiap jenjangnya (DPRD Kabupaten, Kota, Provinsi dan DPR RI).

Selain itu, Gubernur Abdul Wahid dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW PKB Provinsi Riau juga terlibat dalam skema Mengangkangi Proses Hukum yang sedang dilalui kadernya sendiri, Aldiko Putra (Anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi) yang secara sepihak dan tanpa dasar hukum yang kuat menjadi Korban Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan calon yang menggantikan Aldiko Putra, yakni Aditya Pramana.

“Belum lagi soal kurang harmonisnya hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Dahulu sikap santun Abdul Wahid terhadap SF Hariyanto sangat kental sekali, kini setelah resmi menjadi Gubernur, seketika sikap tersebut hilang, bahkan diganti dengan sikap Arogansi yang tak berdasar” ungkap Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu ingatkan lagi, bahwa selama mengemban jabatan Gubernur, Abdul Wahid kerap Menghembuskan pernyataan yang penuh dengan Pesimisme, tidak sesuai dengan Tagline Gubernur Muda, yang seharusnya lebih cerdas dan gesit dalam bekerja.

Bertempat disalah satu bilangan di Jalan Hangtuah Pekanbaru, hari ini Senin (5/5/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, yang terlihat seperti kurang enakan.

“Bagaimana mungkin Visi, Misi dan Program Kerja itu mereka jalankan, sementara hubungan personal antara mereka berdua saja sedang terasa dingin, Mayoritas!!! Gubernur Abdul Wahid yang tidak komitmen dalam menghargai hubungan tersebut” tutur Ketua KNPI Riau Larshen Yunus seraya menutup pernyataan persnya. (*)