BeritaEkonomiFigurHukum & HAMPerspektifTerbaru

Aksi Premanisme dan Anti Pancasila Kembali Terjadi, Ketua KNPI: “Mau itu Tempat Ibadah atau Tidak, Bukan Urusan Kalian! yang Jelas Kegiatan Disana Positif”

939
×

Aksi Premanisme dan Anti Pancasila Kembali Terjadi, Ketua KNPI: “Mau itu Tempat Ibadah atau Tidak, Bukan Urusan Kalian! yang Jelas Kegiatan Disana Positif”

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Lagi-Lagi Aksi Premanisme di Pertontonkan oleh Warga dari Kaum Anti Pancasila. Alih-Alih mempermasalahkan Izin tempat ibadah, Gerombolan Manusia Kadrun bin Munafik itu dengan percaya dirinya merusak seraya menghadirkan Kecemasan, Kekhawatiran, Kegelisahan, Ketakutan dan Ancaman ditengah-tengah Kampung Tangkil, RT.04, RW.1, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Aksi tersebut diperkuat dari unggahan dan atau rekaman Video Warga setempat, dimana gerombolan preman menerobos masuk kedalam rumah tersebut, dengan gagah beraninya mereka melakukan Pengrusakan, Penurunan Kayu Salib hingga berusaha Menistakan tempat yang dijadikan sebagai Wadah untuk Memuji Memuliakan Nama TUHAN.

Aksi Premanisme dan Anti Pancasila Kembali Terjadi, Ketua KNPI: “Mau itu Tempat Ibadah atau Tidak, Bukan Urusan Kalian! yang Jelas Kegiatan Disana Positif”

Dimintai komentarnya, Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini turut menyampaikan kekesalannya, ditengah situasi Jawa Barat yang Kondusif, pasca dipimpin oleh seorang Pemimpin yang Pancasilais, Kang Dedi Mulyadi SH alias KDM, Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Kami berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak. Tangkap dan Penjarakan Kelompok Manusia Munafik seperti itu. Tidak ada urusan mereka soal ada izin ataupun tidak ada izin. Mau itu rumah tempat tinggal dan sekalipun itu dijadikan tempat ibadah, urusan mereka apa? itukan kegiatan yang baik, positif bukan yang aneh-aneh. Sementara Diskotik diluar sana kalian biarkan! memang dasar manusia kurang ajar mereka itu! Segera Tangkap dan Penjarakan mereka. Kapolres Sukabumi maupun Kapolda Jabar harus segera turun tangan, Kepastian Hukum wajib diberikan, sebelum kami secara resmi menyampaikan Laporan Polisi ke Bareskrim Polri” tegas Larshen Yunus, dengan nada kesal.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau yang juga diketahui sebagai Kandidat Kuat Calon Ketua Umum DPP KNPI itu katakan lagi, bahwa Tindakan serupa kerap terjadi diseluruh Indonesia yang pada akhirnya berakhir dengan Perdamaian. Justru Mayoritas pihak dari Korban yang Memaafkan, para Pelaku tetap merasa yang paling benar, sampai akhirnya kejadian serupa berulangkali terjadi lagi.

“Mohon Izin Kang Dedi Mulyadi (KDM), apakah seperti ini cermin Masyarakat yang Pancasilais? diberbagai kesempatan Akang sering katakan, bahwa Masyarakat Sunda sangat Pancasilais, menghargai adanya Perbedaan, terutama ketika KDM memimpin Jabar sampai saat ini. Apakah keniscayaan soal Perbedaan ini dapat diperbaiki lagi? kenapa berani-beraninya mereka berbuat seperti itu? soal izin dan pemberdayaan tempat ataupun rumah sebagai suatu Wadah untuk Beribadah apa yang salah??? Itu bukan urusan mereka! sepanjang kegiatan tersebut tidak menimbulkan kebisingan” tutur Larshen Yunus.

Hingga berita ini diterbitkan, Minggu (29/6/2025) Ketua KNPI Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu secara tegas mengatakan, bahwa tindakan Gerombolan Pengacau di Kampung Tangkil, RT.04, RW.01, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, sesuai dengan Rekaman Video yang sudah beredar dan Viral itu benar-benar sangat Memalukan bahkan sudah Mencoreng Wajah KDM sebagai Gubernur Jawa Barat yang Pancasilais, ALFATEHAH.

“Sebelum kami sampaikan Laporan secara resmi, ada baiknya bapak Kapolres Sukabumi atau bahkan bapak Kapolda Jabar untuk segera memberikan Atensinya. Karena dengan tindakan yang serius tentu akan dapat Memberikan Efek Jera, sampai akhirnya tindakan menjijikan seperti itu tidak terulang kembali. Ingat dan Camkan kalian!!! bahwa ini Negara Hukum! Republik yang Pancasilais. Tidak ada tempat bagi Gerombolan Munafik yang sok bicara izin, tetapi faktanya justru Menghadirkan Ketakutan dan Ancaman bagi Kondusifitas di Negeri ini” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup siaran persnya. (*)